Minggu, 24 September 2017

Teleponlah Danau Maninjau, Ngarai Sianok, Museum Buya Hamka, bersama dengan Amai Setia Handicraft yang dipelopori oleh salah satu pahlawan Indonesia, Rohana Kudus.


Teleponlah Danau Maninjau, Ngarai Sianok, Museum Buya Hamka, bersama dengan Amai Setia Handicraft yang dipelopori oleh salah satu pahlawan Indonesia,
Rohana Kudus. Tahu tentang narasinya? Fantasi - Selain atraksi alamnya yang menakjubkan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat juga
memiliki atraksi sejarah dan budaya yang menarik untuk diselidiki. Pada zamannya, gadis Koto Gadang dianggap tidak perlu karena
Setelah mereka hanya merawat rumah tangga mereka untuk mendapatkan pendidikan. Jika wanita berpengetahuan luas, maka dikhawatirkan tanggung jawabnya
Melihat keluarga mereka akan berantakan. Inilah paradigma bahwa Roh Kudus akan berubah. Pengetahuan yang didapatnya
membaca majalah Belanda dan persahabatannya dengan beberapa istri pejabat Belanda, dia mencoba menyalurkannya ke gadis-gadis desanya oleh
cukup mendirikan Amai Setia Craft School sekitar 11 Februari 1911. Berbicara tentang kepribadian Indonesia yang berjuang untuk
emansipasi wanita, RA Kartini bukanlah satu-satunya. Rohana Kudus, seorang wanita kelahiran Koto Gadang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat
Wartawan pertama di Indonesia memperjuangkan hak perempuan untuk menikmati pendidikan di samping orang-orang.Baca juga: harga piala

Jumat, 22 September 2017

Pemba Mendorong Lebih Kreatif Mempromosikan Kerajinan Lokal


Pemba Mendorong Lebih Kreatif Mempromosikan Kerajinan Lokal

BACA JUGAKMKKKKKemasan Produk Perlu Disempurnakan Pengusaha Mebel DIY Minta Perlindungan Produk Lokal Kembalikan
Kemuliaan Industri Berbasis UMKM Bosan dengan semua Menu Sarapan Harian? Mari kita buat 5 Resep Bergizi dan Sederhana yang Dia katakan
bahwa produsen di DIY juga harus memiliki orientasi ekspor yang lebih kuat. Tidak hanya berorientasi pada uang asing, tapi juga
pasar lokal "Ekspor (kerajinan tangan) tidak naik sangat sampai sekarang masih normal," pungkasnya. Yogyakarta: The
Gabungan Eksportir dan Produser Kerajinan Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta meminta pemerintah untuk mengukur pemasarannya
kerajinan tangan lokal dari pelaku perusahaan baik di pasar domestik maupun mancanegara dengan metode. Menurutnya, isu ekspor
Akreditasi menghasilkan penguatan dolar AS beberapa waktu yang lalu tidak digunakan oleh kebanyakan pengusaha kerajinan tangan di DIY.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) DIY Henry Ardiyanto menyatakan selain
Masalah promosi, kesederhanaan perizinan ekspor juga perlu menjadi agenda prioritas pemerintah sekarang. "Kami berharap pemerintah
mau mempromosikan kerajinan tangan yang diproduksi oleh pengusaha kecil di Yogyakarta dengan cara baru, "kata Wakil Ketua III
Asosiasi Eksportir Kerajinan Tangan dan Produsen Indonesia (Asephi) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Wawan Harmawan, di
Yogyakarta, Minggu 17/5/2015). "Kami berharap itu akan berjenjang, dari yang pertama di sektor mikro, dan kemudian juga bisa ekspor," katanya
kata. Dengan demikian, kata dia, selain untuk meningkatkan upaya promosi, pemerintah daerah DIY juga perlu mendorong
pengrajin dengan menggunakan pusat pelatihan kejuruan (BLK) untuk menawarkan instruksi kepada UKM untuk mengetahui kriteria pasar di seluruh dunia.
"Selain itu cara baru lainnya adalah mengintensifkan promosi melalui website khusus," jelasnya. Brandconnect Menurutnya,
dengan membuat sebagian besar dari setiap iklan acara dengan cara yang inovatif dan baru harus diselesaikan. Pemasaran tanpa
Terkesan dengan daya tarik yang menarik hanya dengan menampilkan produk kerajinan tangan, adalah sarana.Baca juga: map raport

Kendala, mulai dari Runaway War hingga Central Bamboo Craft


Kendala, mulai dari Runaway War hingga Central Bamboo Craft

Ia mengatakan, awalnya kerajinan bambu itu dibuat dari alat rumah tangga seperti kapal uap atau keranjang untuk memasak nasi. Namun, di
1980-an berevolusi ke rak-rak jaringan kerajinan yang lebih modern dan beragam, seperti penutup lampu, pengiriman, kerudung. "Sebagian besar karyawannya
Warga di sini, beberapa di antaranya pintar dan kemudian buka sendiri akhirnya menyebar ke seluruh desa, "jelas Amanto.
"Sebelum ditenun atau dibuat menjadi kerajinan tangan, bambu juga memiliki perawatan khusus dan semuanya selesai secara rinci, yang mana
membuat produksi kerajinan bambu dari Desa Gintangan menjadi berkualifikasi tinggi, "katanya." Tenun tidak perlu
Pekerjaan utamanya, bisa dilakukan sambil menonton televisi atau bisa juga saat merawat anak, dan memang yang paling banyak menenun
Bambu ini dari ibu rumah tangga dan biasanya pria yang finishingnya, "katanya beralasan. Desa Gintangan Kecamatan Blimbingsari Banyuwangi
Kabupaten, Jawa Timur, dikenal sebagai sentra pembuatan kerajinan bambu. Identitas bambu semakin kuat dengan Bambu
Festival berlangsung selama tiga hari mulai 11-13 Mei 2017. Saat itu, Madrawuh sendiri merupakan barang kerajinan dari kota Banyuwangi. Jumlah
Perajin di Desa Gintangan semakin banyak saat pekerja Madrawuh bekerja. Namun, masalah yang muncul adalah kisarannya
Pengrajin bambu di Desa Gintangan mulai berkurang sejak pemuda di desa lebih memilih untuk beroperasi di Bali. Anak-anak adalah
Kini tinggal di Desa Gintangan Banyuwangi (KOMPAS.COM / Rachma Rachmawati) "Tempat peristirahatan akhirnya dipanggil
gontangan yang kemudian dikenal sebagai Gintangan ya di daerah desa sini, begitulah ceritanya yang diturunkan oleh para tetua, "
jelas Rusdianah. Dalam festival yang termasuk dalam jadwal Festival Banyu Penggelam ini diadakan karnaval dan anyaman
Produk kerajinan terbuat dari bambu. Ia berharap dengan Bamboo Festval akan terlihat minat anak muda untuk melanjutkan
warisan tenun dari desa Gintangan. Dari motif ini, menurut Untung bisa digabungkan dan bisa menghasilkan ratusan
dari jenis kerajinan. Dari tujuh anak Madrawuh, tiga orang melanjutkan penghidupan mereka. Dia mengatakan kerajinan rotan semuanya
disukai oleh kebanyakan orang karena pengerjaan yang halus dan rapi. Apalagi banyak versi yang bisa diproduksi oleh pengrajin di
Gintangan. Gontangan diproduksi oleh Patih Suluh Agung seorang prajurit buronan dari Perang Puputan Bayu pada era kerajaan Blambangan ini.
yang menjadi cikal bakal Kabupaten Banyuwangi. Kap lampu kerajinan dan songkok dari Bambu di Desa Gintangan Banyuwangi
(KOMPAS.COM / Ira Rachmawati) Pematangan kerajinan tangan tidak bisa dipisahkan di tangan kreatif warga bernama Madrawuh. Itu
Pria yang memulai kerajinan kontemporer di Desa Gintangan. Madrawuh sendiri meninggal pada usia 70 tahun di tahun 1999. Iklan
Sementara itu, Untung Hermawan (46) di antara pengrajin anyaman bambu di Gintangan ini berisi banyak motif fundamental yang dimiliki oleh
Desa Gintangan misalnya liris, liris miring, pipil, pipil kombinasi, pipih miring, druno, matapuro, truntum, truntum
selebriti, matahari, dan cakar gagak. Rusdianah, Kepala Desa Gintangan kepada Kompas.com, Sabtu (13/05/2017) mengatakan, nama Gintangan
Datanglah dalam istilah "Gontangan" adalah alat untuk menarik air dari bambu. Shahdan, airnya dimasukkan ke dalam hiasan saat diminumnya bisa
menyembuhkan tentara yang terluka Beberapa bulan yang lalu bahkan mengirim pengiriman ke satu kontainer Arab yang isinya hampir sekitar 7.000
potongan, "jelasnya. Patih Agung tertua kemudian meminta dua tentara sehat untuk mencari air dan mereka menemukan" Banyu
Panguripan "atau air kehidupan, yang kemudian mereka masukkan ke dalam gontangan." Pada saat itu Penatua Patih Agung dan pasukannya berhasil mengalahkan
perang dengan Belanda dan mereka melarikan diri ke timur Bayu Songgon dimana perang terjadi, karena banyak tentara yang tidak cukup kuat.
Untuk jalan kaki, Patih Sulung Agung meminta agar mereka berhenti untuk beristirahat, "jelasnya. Untuk bambu adalah jenis bambu yang didapat dari
daerah luar desa misalnya Sempu dan Genteng. Persediaan bambu akan rutin dikirim ke Desa Gintangan. "Itu
Ayah dari profesinya sebagai petani dan juga seniman yang menciptakan anyaman bambu agar lebih berkembang bukan hanya alat dapur tapi
Banyak jenis. Kemuliaan kerajinan anyaman bambu di kampung ini sekitar tahun 1980. Saat itu sang ayah memiliki karyawan hingga 50 orang
Apalagi, "kata Amanto (51) anak keempat almarhum Madrawuh. Dalam narasi ayahnya, seni menghasilkan bambu.
Ia diperoleh dari seorang pengrajin bambu dari Kecamatan Giri.Baca juga: plakat wisuda

Kamis, 21 September 2017

Kertas Kerajinan RI diekspor ke Asia ke Afrika


Kertas Kerajinan RI diekspor ke Asia ke Afrika

Produsen Kertas Lokal yang Bekerja di Pasar Jaringan di Jepang Jakarta - Pasar kertas Indonesia tidak mampu menciptakan kertas
Itu digunakan sebagai media imajinasi untuk anak-anak, tapi selain lembaran atau tisu kertas. Koran itu banyak diekspor
negara-negara di dunia Pada kertas bergelombang yang semarak, Kokoru dapat digunakan untuk membuat item 3 dimensi dan 2 dimensi
bergulir dan memotong (teknik quilling). BACA JUGA Quilling atau paper filigree adalah bentuk karya seni kerajinan dengan menggunakan kertas bergulir
itu, berbentuk dan di perekat bersama untuk menghasilkan penemuan tata letak. Adanya jenis kertas ini diprediksi akan memasok
lingkungan dengan alternatif dengan menyediakan saluran produk dan menciptakan kreativitas. Selain itu APP juga bisa menargetkan sebuah
Meningkatnya jumlah negara yang menggunakan Kokoru sebagai media kreativitas anak-anak. Keren, Detektor Tanah Longsor Buatan ini
Peneliti Indonesia Global Suplai di Indonesia, Kokoru telah hadir di kota-kota besar, dijual di toko buku dan berbagai macam
gerai modern dan tradisional. Sementara di pasar internasional, Kokoru telah diekspor ke 20 negara, termasuk
Singapura, Filipina, Malaysia, Taiwan, Jepang, China, Iran, UEA dan Afrika Selatan. Direktur PT Cakrawala Mega Indah (CMI)
unit pasokan Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas, kata Lina Lim, bersamaan dengan kertas tisu dan koran tulis, APP telah
menghasilkan kertas khusus untuk kerajinan tangan yang disebut Kokoru (Color Corrugated Paper). Sejak diluncurkan pada 2010, pasar Kokoru
share terus bertambah. Bahkan di tahun 2014 sampai 2015 melonjak hingga 50 persen. Dan diharapkan pada tahun 2016 akan terjadi peningkatan.
"Jika sebelumnya masyarakat, terutama anak-anak hanya mengenal kertas lipat atau origami, APP menyediakan alternatif lain
Produk. Target utama Kokoru adalah anak-anak usia TK dan SD, meski tidak menutup kemungkinan
Produk ini juga menargetkan konsumen dewasa lebih banyak, "jelasnya." Kokoru adalah kertas gelombang berwarna pertama di Indonesia,
diluncurkan untuk mendorong perkembangan anak-anak Indonesia dengan menstimulasi motor dan otak kanan mereka, sehingga kreativitas
Anak yang menggunakannya dirangsang, "katanya di Jakarta, Jumat (13/05/2016).Baca juga: harga plakat

Selasa, 19 September 2017

Kehadiran industri kerajinan membuat regenerasi kerajinan


Kehadiran industri kerajinan membuat regenerasi kerajinan

Kemenperin juga membangun 22 sarana industri menengah dan kecil (SIKIM) yang terdiri dari 11 wilayah selatan Indonesia (khususnya
Papua, Papua Barat, Maluku, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur), dan 11 di Indonesia bagian barat. Mengacu pada National
Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2015-2019, manajemen kebijakan sektoral menargetkan kenaikan usaha kecil sekitar 20 juta perusahaan
unit dan 9 ribu usaha besar dan menengah dimana 50 persen tumbuh di luar Jawa. Jakarta (ANTARA News) - Pertumbuhan
Sektor kerajinan yang semakin eksis juga mempertahankan regenerasi pengrajin di Indonesia, kata Menteri Perindustrian
Saleh Husin saat menghadiri peresmian pengenalan International Trade Handicraft Trade Fair INACRAFT 2016 di Jl
Jakarta. "Jika kita perhatikan dengan seksama, mereka mempekerjakan saudara laki-laki, tetangga dan juga merekrut karyawan dari lingkungan sekitar
kata-kata, pasar berkembang dan pekerjaan dibuat di bidang ini,? Dia berkata. Pengalihan pengetahuan dan keterampilan terjadi
bahwa barang kerajinan masih berinovasi saat pasar berkembang. Kecepatan usaha kecil dan menengah, Saleh menjelaskan, telah
kesempatan untuk mengalihkan posisi seorang perajin menumbuhkan perusahaannya sendiri dan merekrut tenaga kerja. Departemen Perindustrian sepanjang
Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) juga dapat secara aktif mendorong kualitas dan kapasitas usaha kecil
dan produk bisnis menengah. Salah satunya melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT), Penelitian dan Standardisasi Industri
Badan dan pusat pengembangan industri yang inovatif seperti Bali Creative Industry Center.Baca juga: contoh plakat

Kerajinan Cowhide ini diisi sampai jutaan rupiah


Kerajinan Cowhide ini diisi sampai jutaan rupiah

Bali sendiri, beberapa toko seni (Artshop) yang menjual kerajinan asli Bali menjadi langganan saya sejauh ini, kebanyakan dari mereka membeli barang di
jumlah besar, "jelasnya. Oleh karena itu Bidang Strategis, UMKM Bisa Melawan Kemiskinan Sebagai contoh, Eni Arifin mendemonstrasikannya.
hanya mengandalkan pasar lokal wilayah Bali sambil memenuhi pesanan beberapa pemilik toko seni (Artshop) di Badung dan
Gianyar. "Sepatu kulit dengan kualitas terbaik membutuhkan waktu proses yang lebih lama, karena memiliki model dan kesulitan yang berbeda," katanya
kata. Dia menjelaskan, dibutuhkan waktu proses antara 1-2 hari berdasarkan disain dan masalahnya, seperti sepatu kulit,
membutuhkan dua hari karena ini adalah tingkat masalah dibandingkan dengan jenis kerajinan lainnya. "Kulit sapi Bali berkualitas baik dan sangat cocok
untuk membuat berbagai kerajinan tangan, "kata Eni Arifin, di kalangan pengrajin kulit sapi Bali di wilayah Denpasar Selatan, Minggu (16/7/2015). UKM
Bisa Jual di Rest Jalan Tol, Apa sebenarnya Syaratnya? Eni Arifin mengatakan bahwa kulit sapi diolah menjadi beberapa bentuk
Kerajinan tangan seperti tas, sepatu, jaket, sandal, beserta beberapa kerajinan merupakan komunitas yang umum. BERITA REKOMENDASI ??+ "Kami dapatkan
Kulit jadi, yang berarti kulit sudah dibersihkan dan dikeringkan, jadi kita hanya melakukan proses pengolahannya, "katanya.
bulan itu membeli 20-50 pon kulit sapi, tergantung dari jumlah permintaan yang masuk, kalau sudah ramai, dalam sebulan mungkin
beli sekitar 80 kilogram kulit sapi. Ia mengatakan, pihaknya mendapatkan kulit sapi Bali dari banyak vendor (agen) yang menjadi miliknya
Pelanggan sampai sekarang, para dealer mendapatkan kulit sapi dari beberapa daerah di Bali misalnya Buleleng, Badung dan Jembrana. Eni
Arifin menjual produk kerajinan yang dimiliki berkisar antara Rp400.000 sampai Rp3 juta, tergantung dari jenis produk dan modelnya.
DENPASAR - Pengrajin kulit di Denpasar, ibu kota negara bagian Bali, menggunakan kulit sapi Bali sebagai bahan baku pembuatan berbagai
jenis kerajinan tangan seperti tas, sepatu, vas bunga, dan jaket yang memiliki nilai jual.Baca juga: plakat kayu

Senin, 18 September 2017

"Marketplace" Nusaka bertekad untuk membawa kerajinan tangan Indonesia ke pasar dunia


"Marketplace" Nusaka bertekad untuk membawa kerajinan tangan Indonesia ke pasar dunia

"Meskipun Nusaka adalah marketplaece, tidak semua penyewa bisa masuk. Ada pilihan ketat yang dilakukan orang, karena visi kami
Lahirnya Nusaka adalah wajah budaya dan kerajinan Indonesia, "kata CEO Nusaka Ade Suyitno di lokasi pameran" i3F 2015 "
di Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (20/11). Beberapa kondisi yang berlaku untuk setiap produk yang dipasarkan di Nusaka antara lain,
Harus berupa kerajinan atau karya seni yang menonjolkan keanehan Indonesia, baik melalui ornamen, sketsa, maupun lambang. Juga
Penting agar barang itu harus memiliki keunikan. "Tujuan kami adalah mengantarkan barang kerajinan Indonesia ke pasar internasional,"
kata Ade. "Untuk hari ini, pembeli luar negeri hanya 35 persen." Pada akhirnya kita harapkan pembeli dari luar akan lebih dominan.
Jakarta - Pameran "Innovations & Innovators Expo 2015 (i3F 2015) yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset dan Teknologi
Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) pada tanggal 19-22 November 2015 turut menampilkan beberapa karya "pasar" bangsa, salah satunya
adalah Nusaka.Baca juga: gantungan kunci akrilik

Teleponlah Danau Maninjau, Ngarai Sianok, Museum Buya Hamka, bersama dengan Amai Setia Handicraft yang dipelopori oleh salah satu pahlawan Indonesia, Rohana Kudus.

Teleponlah Danau Maninjau, Ngarai Sianok, Museum Buya Hamka, bersama dengan Amai Setia Handicraft yang dipelopori oleh salah satu pahla...